Analisa Forex Hari Ini 4 Agustus 2016

Rupiah terdepresiasi dalam 3 hari beruntun akibat melebarnya prediksi budget deficit ke level 2.5% terhadap GDP dari posisi sebelumnya 2.35%. Asing tercatat net sell sebesar Rp. 1,4 triliun ($170mio) terhadap surat hutang Indonesia pada 2 agustus namun tercatat net buy sebesar $27.6mio terhadap pasar saham domestik pada perdagangan kemarin.
Ilustrasi
US Automatic Data Process Non-Farm Employment Change (ADP) untuk bulan July rilis di level 179k atau lebih tinggi dari forecast yang sebesar 170k, angka tersebut mengindikasikan solidnya prediksi tenaga kerja Non-Farm yang akan rilis pada Jumat (8/5) mendatang.
West Texas Intermediate (WTI) tercatat rebound sebesar 3.3% pada perdagangan Rabu akibat turunnya cadangan minyak US ke level terendah sejak bulan April 2016.

Rupiah ditutup melemah terhadap US Dollar dengan penutupan pada perdagangan Rabu (8/3) berada pada level 13.125 (interbank) dengan range pergerakan sebesar 35 pips atau melemah 0.19% terhadap perdagangan sebelumnya berdasarkan pasar spot interbank. Hari ini Rupiah di buka di level 13.135 dan di prediksi akan bergerak dengan range pergerakan berkisar antara 13.070 – 13.170 dengan titik support & resistance terdekat berada di level 13.080 &13.145.